ILMU ORANG TUA
Ilmu orang tua adalah pengetahuan akal dan kesadaran batin bahwa ia
akan mati, dan itu bisa berlaku tidak 30 tahun yang akan datang,
melainkan bisa juga besok pagi-pagi menjelang seseorang masuk kantor.
Orang tua yang berpikir efisien tidak menghabiskan tenaga dan waktunya
untuk kesementaran, melainkan untuk keabadian. Tidak menumpahkan
profesionalisme untuk menggapai sesuatu yang toh tidak akan menyertainya
selama-lamanya.
Ilmu orang tua adalah kesanggupan memilih satu dua yang
abadi di antara seribu dua ribu yang temporer. Memilih satu dua yang
sejati di tengah seribu dua ribu hal-hal, barang-barang,
pekerjaan-pekerjaan, target-target yang palsu. Manusia yang paling
profesional adalah yang memiliki akar pengetahuan dan daya terapan untuk
bersegera menggunakan ilmu orang tua tanpa menunggu usianya menjadi
tua.
Manusia yang paling
cerdas dan peka adalah yang mengerti bahwa segala sesuatu dalam
kehidupannya harus diperbaiki sekarang juga, tidak besok atau lusa,
karena bisa keburu mati. Bahwa apapun saja harus segera
di-husnul-khatimah-i dan menghindarkan diri dari kemubaziran-kemubaziran
mengurusi hal-hal yang semu, palsu dan temporer.
Bahwa hutang
harus segera dibayar. Bahwa kesalahan harus segera dihapuskan dengan
meminta maaf kepada sesama manusia yang disalahi dan memohon ampun
kepada Tuhan.
Bahwa omset ekonomi berapapun tidak menolong
seseorang di garis kematiannya. Bahwa jabatan setinggi apapun tidak
menambahi keberuntungan apapun di hadapan mautnya. Bahwa kejayaan,
kemegahan dan kegagahan macam apapun tidak akan sanggup mengurusi
nasibnya di depan sakaratul maut, yang akan muncul mendadak dan
tiba-tiba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar