KUMPULAN NASIHAT SIMBAH EMHA AINUN NADJIB
Anak-anak muda tak bisa hanya menggantungkan diri akan jadi pegawai negeri,
pembengkakan populasi penduduk akan makin
berbanding terbalik dengan penyediaan lapangan kerja, jadi yang akan tegak
hidupnya adalah orang-orang yang bermental wiraswasta, yang tidak priyayi, yang
ulet dan bersedia bekerja keras (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Anda tak bisa menghakimi ekspresi seseorang hanya dengan melihat bunyi
kata-katanya, melainkan Anda harus perhatikan nadanya, nuansanya, letak
masalahnya (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Aneh : hukum negara bertabrakan dengan hak dasar kemanusiaan, dan keduanya
telah tiba pada kondisi purik (saling membenci) yang susah disembuhkan. Tetapi,
jalan terang tetap terlihat, setidak-tidaknya di cakrawala pandangan setiap
orang yang tak mengenal putus asa
Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku
seperti samudera yang menampung sampah-sampah? Apa gunanya kepandaian kalau
tidak memperbesar kepribadian manusia sehingga ia makin sanggup memahami orang
lain? (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Bukan agama kalau turun ke bumi hanya untuk pandai memerintah dan melarang.
Sebelum Adam dilarang makan buah khuldi, dia diberi pelajaran terlebih dahulu
mengenai “nama benda-benda”, mengenai segala yang mesti diketahuinya dalam
kehidupan (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Bukanlah hidup kalau sekadar untuk mencari makan, bukankah sambil bekerja
seseorang bisa merenungkan suatu hal, bisa berzikir dengan ucapan yang sesuai
dengan tahap penghayatan atau kebutuhan hidupnya, bisa mengamati macam-macam
manusia, bisa belajar kepada sebegitu banyak peristiwa… Bisa menemukan
hikmah-hikmah, pelajaran dan kearifan yang membuat hidupnya semakin maju dan
baik (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Dalam pengadilan di Indonesia, kadang kita harus memilih alternatif yang
terbaik di antara yang terkutuk, dengan menyisakan sedikit harapan bahwa hati
nurani manusia tidak semuanya terdiri atas buku (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Demokrasi itu penuh ironi dan ranjau kalau manusia tak menguasai manajemen
untuk menggunakannya, demokrasi hanya bisa menjawab beberapa problem hidup,
tapi problem yang lain membutuhkan nilai yang lebih tinggi daripada demokrasi
(Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Dunia ini masih dipimpin oleh orang yang lebih memilih kenyang meskipun
dijadikan budak daripada lapar tapi bertahan harga dirinya (Emha Ainun
Nadjib/Cak Nun)
hakikat hidup bukanlah apa yang kita ketahui, bukan buku-buku yang kita baca
atau kalimat-kalimat yang kita pidatokan, melainkan apa yang kita kerjakan, apa
yang paling mengakar di hati, jiwa dan inti kehidupan kita (Emha Ainun
Nadjib/Cak Nun)
Hidup ini sangat luas dan dimensi-dimensi persoalannya tak terhingga, untuk
itu diperlukan bukan sekadar wawasan yang luas dan pengetahuan yang terus dicari
melainkan juga kearifan dan sikap luhur yang konsisten dari hari ke hari (Emha
Ainun Nadjib/Cak Nun)
Jiwanya seniman itu bagaikan ruang kosong, tak ada lemari atau kotak-kotak
yang bisa dipakai untuk menyembunyikan sesuatu, segalanya tampak jelas dan jujur
di mata (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Kalau kita jadi negara industri tidak berarti bahwa segalanya akan beres,
tak berarti kita akan terbebas dari kemiskinan, kebodohan atau kekejaman
kekuasaan. Industri hanyalah sebuah cara di antara kemungkinan cara-cara lain
yang dianggap bisa membantu menyejahterakan masyarakat
Kalau para mahasiswa bercita-cita hendak menjadi pemimpin bangsa, sejak
sekarang harus berlatih menampung bermacam-macam gejala manusia, di dalam
pergaulan mereka tidak boleh memakai kerangka “menang-kalah” apalagi memakai
interes egonya belaka, melainkan mempertimbangkan kepentingan bersama, dan
untuk itu diperlukan kesabaran dan kearifan terhadap berbagai kemungkinan yang
muncul dari “rakyat” mereka, tidak boleh gemedhé (merasa paling pintar,
sombong) (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Kalau seseorang bersikap kreatif untuk menemukan apa saja hal baik yang bisa
dikerjakan dalam hidup ini, jam-jamnya tidak akan sempat ia gunakan untuk sedih
atau meratap, sebab sudah habis untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik
(Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
kalau seseorang menjadi pemimpin, ia tak sekadar memimpin masyarakat
manusia, tapi juga memimpin masyarakat makhluk yang luas, ia memimpin hak-hak
binatang, hutan, lautan, barang tambang …. di situlah antara lain terletak
kesalahan ideologi pembangunan modern yang merusak alam, bahkan merusak manusia
(Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Kata ahli pedang, ilmu pedang tertinggi adalah kalau sudah bisa membelah
kapas yang melayang-layang tanpa mengubah arah gerak kapas itu. Aneh, ujian
tertinggi bagi keahlian pedang bukanlah baja atau batu karang melainkan kapas.
Kekerasan yang telah mencapai puncaknya berubah menjadi kelembutan, kelembutan
tak bisa dikalahkan oleh kekerasan (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Kearifan-kearifan agama harus diterjemahkan ke dalam sistem nilai
pengelolaan sejarah, kebudayaan dan peradabannya (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Kebanyakan orang tak bisa tidur, mereka hanya tertidur, karena sepanjang
siang dan malam hari mereka diberati oleh dunia (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Kebersihan luas makananya, kebersihan ruang dan kampung hanyalah satu hal,
hal lain adalah kebersihan jiwa manusia itu sendiri, kebersihan pergaulan
antarmanusia, baikpergaulan sosial, pergaulan ekonomi, pergaulan politik dan
hukum (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Keceriaan dan kenyamanan hidup tidak terlalu bergantung pada hal-hal di luar
manusia melainkan bergantung pada kekayaan batin di dalam diri manusia (Emha
Ainun Nadjib/Cak Nun)
Kematian terkadang merupakan kritik terhadap
kehidupan, Tuhan mengambil nyawa seseorang tak semata dalam rangka menyayangi
orang itu tapi juga sekaligus memberi peringatan kepada semua yang ditinggalkan
oleh almarhum (Emha Ainun Nadjib/Cak Nun)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar