KEPENGASUHAN ANAK
Malam itu (19/1) Cak Nun dan KiaiKanjeng memenuhi undangan masyarakat Jagalan kota Yogyakarta. Tiga tahun lamanya mereka menanti kedatangan Cak Nun dan KiaiKanjeng di kampung mereka yang sangat padat di tengah kota Yogyakarta ini.
Karena padatnya perkampungan Jagalan ini, panggung acara diletakkan di jalan di depan sebuah hotel. Selain di halaman muka hotel atau depan panggung, jamaah mengambil tempat di kanan-kiri panggung alias di sepanjang jalan.
Cak Nun dan rombongan harus berjalan melalui gang-gang setapak dan sempit di sela-sela rumah warga. Hal itu mengingatkan pada lirik salah satu lagu yang dibawakan Cak Nun pada album Kado Muhammad yang terkutip di awal catatan ini. Seakan memang menggambarkan bahwa hampir semua waktu Cak Nun habis untuk menyusuri, masuk ke lekuk-lekuk, dan menyapa orang-orang di dusun, di kampung-kampung, di gang-gang tempat masyarakat bawah berada. Entah sudah berapa ribu kali. KiaiKanjeng juga sudah tak terhitung menemani Cak Nun menemui, menyapa, dan melayani masyarakat di berbagai lapisan bawah masyarakat Indonesia.
Sinau bareng kali ini bertemakan Kepengasuhan Anak. Cak Nun menyapa terlebih dahulu para jamaah. Menjajagi rasa mereka, sembari menjalinkan kedekatan di antara semua yang hadir. Jalan yang ditempuh Cak Nun adalah membesarkan hati, meyakinkan mereka, bahwa “Nggak usah tergantung atau terpaku pada simbol: santri atau abangan. Santri yang baik hatinya banyak. Abangan yang santri juga banyak. Jadi sekarang, jangan berpedoman pada simbol, tapi pada akhlaknya bagaimana hidup bebrayannya di dalam masyarakat. Santri bukan karena kupluk-nya, tapi bagaimana bebrayan-nya.”
Karena tema malam itu adalah kepengasuhan anak, Cak Nun pun minta anak-anak untuk naik ke panggung. Sudah sangat sering di berbagai Maiyahan, setiap kali ada anak-anak yang datang atau sebelumnya tampil, akan diajak menjadi bagian dari muatan Maiyahan, seperti belum lama ini Maiyahan di Jambangan di Surabaya. Istimewanya anak-anak Jagalan ini, belum sampai satu menit diminta Cak Nun, anak-anak di sini langsung gemruduk naik ke panggung penuh semangat dan percaya diri.
Ditanya nama dan nama kedua orangtuanya, langsung menjawab dengan mantap. Mereka seperti tak ada jarak, bahwa ini panggung dan disaksikan banyak orang, mereka seperti dengan ayahnya sendiri terhadap Cak Nun. Dan ketika diajak shalawatan, salah satu anak putri yang masih sangat kecil, lima tahun usianya, dengan berada di pelukan Cak Nun, menembang pujian Shalawat Nariyah. Ajib, suaranya terukur dalam membawakan Shalawat Nariyah ini.
Cak Nun mengingatkan dua hal. Pertama, shalat dan shalawat itu sebenarnya satu rumpun kata dan satu makna. Esensinya adalah cinta. Salah satu bentuk cinta atau shalat manusia kepada Allah ditentukan oleh-Nya dalam bentuk shalat lima waktu itu. Kemudian juga ada esensi cinta yang diwujudkan dalam bentuk-bentuk budaya, termasuk cinta kita kepada Nabi Muhammad. Kedua, mengenai apakah Allah masih bershalawat atau tidak, Cak Nun mengingatkan bahwa Allah tidak punya “masih”, “belum” atau “sudah”. Itu adalah waktu linier menurut mata manusia yang tak berlaku untuk Allah. Selain itu, yang tak kalah mendasarnya, hendaknya kita tidak memakai parameter fisik-materialistik dalam memandang apa saja, termasuk dalam memahami Rasulullah.
Muatan yang istimewa dari Cak Nun sebenarnya adalah kedalaman ilmunya dalam mengenalkan jamaah pada kedalaman-kedalaman dalam merasakan gerak hidup. Seperti dinyatakan tadi, “Hidup kita ini tak bisa terduga, kadang memanjang, kadang memendek. Tak usah mengkalkulasi Allah, jangan seperti bermain gobak-sodor. Allah memang memberi potensi baik dan buruk, tapi inisiatif baik-buruknya Anda apa pada Anda. Jadi keputusan Anda yang dilihat. Allah memberikan pada kita untuk mentakdirkan atas diri Anda sekian persen. Mikir yang baik-baik saja. Energimu gunakanlah untuk menambah kebaikan.” Itulah beberapa kunci mendasar yang dipesankan Cak Nun merespons pertanyaan beberapa audiens. [Baca selengkapnya — http://goo.gl/K7dhix]
Ternyata Allah memilihkan Shalawat Nariyah untuk kita semua melalui anak…
caknun.com|Oleh CakNun.com




